Wednesday, April 18, 2007

Puisi tanpa judul:

Langkah kaki terseret sejarah masa lalu
Arah tak lagi jernih
Kemana jiwa akan dilabuhkan?
Jiwa-jiwa masih berkelana
Diantara rerumputan, semak, celah-celah batu
Dan diantara pijakan tapak kita.
Kapan nurani terpijar asa?
Comarca, Oktober 2003

No comments: