Kereta-kereta bagaikan keranda
mulai merinsuk memasuki jalanan sempit dan berlubang
Hamparan ladang jagung dan batang batang penopang ikan kering
bagaikan ubung-ubung selamat datang
Anjing, babi dan kambing termangu
tak peduli
Juga dirimu yang kutemui dulu tanpa lipstik dibibir
Orang orang seperti tak merasa hilang atau kehilangan
tapi ada yang mereka cari diantara huruf-hurf mati
Seorang lelaki tua tertawa lalu berkata:
“aku mendengar suara lucu dijaman gila ini..”
Aku coba memandang keluar
Kereta-kerata tetap berhimpitan
Tawa menggoda
semua terasa gelap
Gelap semata dan mataku
diserbu hari-hari kemarin bersamamu
Aku mengingatnya bagai mimpi
tapi aku lupa
Apakah mimpi memang penuh warna
Lupa, lelap dan senyap
Tapi segera aku terjaga
ketika orang-orang serentak menjerit
dibalik sura babadok
yang tenggelam diantara dentuman deruan kereta
dan orang mulai menari
Setelah berita : negeri ini sedang sakit dan hampir mati
Bairro Economico, 26 Juli 2000
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment