Wednesday, April 18, 2007

Balada bocah di Av. Presidente Nicolau Lobato

Senja merekah,
Pengap masih belum ingin lenyap
Aroma steak dari Café dan resto mulai merebak
Menebar diatas meja-meja yang digelar menghimpit trotoar
Di Avenida Presidenti Nicolau Lobato

Lalat–lalat sudah berangkat
menjemput malam kematian
Seorang bocah belum lima tahun
terus mengais-ngais tong sampah
mencuap-cuap mulutnya mengunyah sampah

Ia belum hendak pulang
Pun belum akan berangkat [Apa arti berangkat? Apa makna pulang baginya?]

Kaki kecil melangkah kecil
menyisir emperan Café – Café dan trotoar yang masih tersisa
menyisakan bau kumuh dan dekil yang terbawah bersamanya
Sedang bau gurih lazagna bukan miliknya
Pun bau uap tuan dan nyonya,
Tidak juga bau ketiak gadis-gadis tengah ranum
Yang belum bulat buah dadanya!

Tangan kecil bergeletar kecil
Memungut warisan yang tercecer dari mulut tuan-tuan
Yang telah berangkat ke barat bersama lalat

Senja pengap berganti malam pekat
Bocah kecilku pun berangkat ke barat
Bersama lalat yang terakhir
Selamat malam Avenida Presidente Nicolau Lobato
Frangipani 27, Darwin 3- 5 September 2002

No comments: