Bisukan mulutku
Tulikan telingaku
Dengan ucap asingmu
Dan
Asingkan jiwaku dirana moyangku
Bukan aku tak tahu diri
Tapi keranda–keranda leluhurku
Mewarisiku satu kata
: Adilkah ucapmu yang amis
dan terbalut utang budi
bertabur dikeranda mereka?
Bahasamu membisukan esokku
Suai,12/02/2001
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment