Senggama (Ingatkah kau dengan senggama pertama kita?)
Senggama pertama
terindah bagimu adalah di bawah tudung langit
sembunyi! Tuhan tak bisa melihat; pekikmu!
senggama pertama
melemparkan kita menembus angkasa
melayang diantara galaksi-galaksi
ribuan mil berjarak mengitari matahari
senggama pertama
setubuh terlarang pada sang bunda
menyusup ke alam manusia,
sementara ruh-mu terpenjara
kau buka paksa pintu yang sudah berpalang
rahasia menuju sebuah pembebasan
kejalan yang terpetakan
senggama pertama
Penindasan sakral! nisbi?!
penghisapan! pengeksploitasian!
senggama pertama
hikayat rahasia alam;memaksakan hujan turun di musim kemarau!
Dili, November 2003
Andai
Andai tidak ada kamu,
Aku tidak perlu melamun ditengah hiruk-pikuk mata mata
Andai kamu hadir dari dulu
aku tak perlu merayumu seperti ini
Andai aku memendam hasrat
akankah kau pergi?
Comarca Balide, April 2003
Bertemu Ayah-Ibumu
Ini saat yang meresahkan
Aku terhimpit oleh rasa senang tapi juga was-was
Haruskah menyebar senyum atau mengukur kata-kata ?
hari ini aku bertemu ayah-ibumu
besok kubangun rumah kita
Dili, 16 April 2004
Cincin pemberianku
Di Heathrow, dingin membungkus kulitku
aku kangen kamu
Orang lalu lalang mengejar waktu,
mengapai impian
menuju hari nyata
Aku masih duduk menerawang
andai kau ada disisiku.
Aku akan segera pulang
tak lebih dari 24 jam lagi
kan kutemui kau, bidadariku
Diseberang itu
ada sebuah duty free jewelry
Hatiku memilih cincin ini
tak berlapis emas dan berlian
tapi kubaluti dengan cinta
Kelak kan kita labuhkan dipantai abadi.
Dili,16 April 2004
Cinta
: Untuk Remigia
Aku tak pernah tahu apa itu!
hanya bisa aku laruti didalamnya
memendam cemas
melarutkan impian
menghanyutkan rindu
melepas marah
menyesali diri
Dan
tempat melabuhkan segala hasrat
berdua denganmu selamanya
Balide, 16 April 2004
Keajaiban
:Tuk Mizia
kunantikan keajaiban datang
membungkus semua lukamu
tak kubiarkan kau terbangun
dari lelap mimpi-mimpimu
dengarkan sesaat saja
aku bicara tentang cinta
tertawalah sesaat saja
kita habiskan waktu dengan canda
kita harapkan semuasegala cita yang kita bawa
jangan lagi ada airmata
karena hari ini ku ingin bahagia
Bairro Economico,09 march 2004
Langkah Baru
Sudah jelas sekarang di mana mentari
Terbit dan tenggelam di tengah hari
Kini kunyalakan lagi lampu hatiku
Menatap pasti dengan langkah baru
Comarca, 10 Maret 2004
Lintang
Lurus membelah
Membentang
tak temui ujung cakrawala
Mata
Bulat dan lonjong
awal hidup terekam
menatap dalam
penuh tanya
Bayangan
Menjauh
mendekat
membuntuti
mendahului
tak pernah serupa
selalu mematai
Senyum
manis
manja
suka
duka
kecut
Tak selalu sama
penuh tanya
penuh makna
Janji
Tautan mulut dan hati
tandai asa
berujung waktu
Malam
Temaram senyap
kasur merindu
hasrat merana
gelap menyelimuti tubuh
Comarca-Balide, 17 Maret 2004
Wednesday, April 18, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment