Wednesday, April 18, 2007

AKU, PEREMPUAN dan CINTA

Senggama (Ingatkah kau dengan senggama pertama kita?)
Senggama pertama
terindah bagimu adalah di bawah tudung langit
sembunyi! Tuhan tak bisa melihat; pekikmu!

senggama pertama
melemparkan kita menembus angkasa
melayang diantara galaksi-galaksi
ribuan mil berjarak mengitari matahari

senggama pertama
setubuh terlarang pada sang bunda
menyusup ke alam manusia,
sementara ruh-mu terpenjara
kau buka paksa pintu yang sudah berpalang
rahasia menuju sebuah pembebasan
kejalan yang terpetakan

senggama pertama
Penindasan sakral! nisbi?!
penghisapan! pengeksploitasian!

senggama pertama
hikayat rahasia alam;memaksakan hujan turun di musim kemarau!

Dili, November 2003

Andai

Andai tidak ada kamu,
Aku tidak perlu melamun ditengah hiruk-pikuk mata mata
Andai kamu hadir dari dulu
aku tak perlu merayumu seperti ini
Andai aku memendam hasrat
akankah kau pergi?
Comarca Balide, April 2003

Bertemu Ayah-Ibumu

Ini saat yang meresahkan
Aku terhimpit oleh rasa senang tapi juga was-was
Haruskah menyebar senyum atau mengukur kata-kata ?
hari ini aku bertemu ayah-ibumu
besok kubangun rumah kita
Dili, 16 April 2004

Cincin pemberianku

Di Heathrow, dingin membungkus kulitku
aku kangen kamu

Orang lalu lalang mengejar waktu,
mengapai impian
menuju hari nyata

Aku masih duduk menerawang
andai kau ada disisiku.

Aku akan segera pulang
tak lebih dari 24 jam lagi
kan kutemui kau, bidadariku

Diseberang itu
ada sebuah duty free jewelry

Hatiku memilih cincin ini
tak berlapis emas dan berlian
tapi kubaluti dengan cinta
Kelak kan kita labuhkan dipantai abadi.
Dili,16 April 2004

Cinta
: Untuk Remigia


Aku tak pernah tahu apa itu!
hanya bisa aku laruti didalamnya
memendam cemas
melarutkan impian
menghanyutkan rindu
melepas marah
menyesali diri
Dan
tempat melabuhkan segala hasrat
berdua denganmu selamanya
Balide, 16 April 2004


Keajaiban
:Tuk Mizia

kunantikan keajaiban datang

membungkus semua lukamu
tak kubiarkan kau terbangun
dari lelap mimpi-mimpimu

dengarkan sesaat saja
aku bicara tentang cinta
tertawalah sesaat saja
kita habiskan waktu dengan canda
kita harapkan semuasegala cita yang kita bawa
jangan lagi ada airmata
karena hari ini ku ingin bahagia
Bairro Economico,09 march 2004

Langkah Baru

Sudah jelas sekarang
di mana mentari
Terbit dan tenggelam di tengah hari
Kini kunyalakan lagi lampu hatiku
Menatap pasti dengan langkah baru
Comarca, 10 Maret 2004

Lintang

Lurus membelah
Membentang
tak temui ujung cakrawala

Mata

Bulat dan lonjong
awal hidup terekam
menatap dalam
penuh tanya

Bayangan

Menjauh
mendekat
membuntuti
mendahului
tak pernah serupa
selalu mematai

Senyum

manis
manja
suka
duka
kecut
Tak selalu sama
penuh tanya
penuh makna

Janji

Tautan mulut dan hati
tandai asa
berujung waktu

Malam

Temaram senyap
kasur merindu
hasrat merana
gelap menyelimuti tubuh
Comarca-Balide, 17 Maret 2004

No comments: